Koran hari ini..
8 februari 2009..
Radar Malang..
Brita utamanya begini..

Nah, trs knapa kok mereka bisa kabur?
Emang gak ada yang ngawasi..?
Ternyata sebab mereka bisa dg mudah kabur adalah..

O, ternyata latar belakang masalahnya adalah :
1. Lemahnya alat pengaman di dalam sel
2. Lemahnya itu apa aja? lemahnya adalah di CCTV yang sudah seminggu gak berfungsi dan atap cuma diberi alat pengaman kawat berduri
Lha terus? knapa kok CCTV, alat canggih, tapi gak berfungsi..?
Dari koran ini diketahui bahwa CCTV gak berfungsi karena kotor..
Trs, narapidananya meloloskan diri dg cara apa? gmna caranya?
Caranya adalah dengan..

O, njebol asbes..
Dari kasus ini sodara..
Tahanan keluar melarikan diri, karena lemahnya pengawasan, dan keluar dg cara menjebol atap..
Padahal sudah ada CCTV, tp sekali lg, CCTV gak menjamin 100% tahanan gak bisa lolos, karena CCTV itu sendiri, ada kelemahan, antara lain:
1. Pengawas harus nonstop ngawasin liat monitor/Tv pemantau dr CCTV, gak boleh lalai mengawasi, karena, sekali gak ngliat, ada apa2 di dalam sel, bakal gak diketahui oleh pengawas, dan keberadaan CCTV jd mubadzir
2. CCTV kan kamera, maka membutuhkan cahaya ato penerangan yang cukup, trs jika lensanya kotor, maka akan terganggu juga capture gambarnya
Dan dari info Radar Malang juga, sebenarnya terakhir keliling inspeksi petugas jam 01.00, tahanan masih komplit, dan tidak ada hal mencurigakan, landai terkendali, kejadian menonjol nihil..
Nah, tahanan meloloskan diri pukul 02.30..
Jam segitu petugas gak keliling dan memang tidak mungkin tiap saat tiap waktu hrs keliling trs..
Maka..
Loloslah 3 tahanan tersebut..
Nah..
Dari kasus ini rupanya Skripsi dan Prototype alat saya berguna untuk diterapkan..
Karena..
Keunggulan Skripsi dan Prototype saya adalah..

1. Di asbes dipasang sensor getar (kuning2 mencungul diatas), untk mengantisipasi napi meloloskan diri dg cara menjebol atap
2. Di pintu dipasan switch pintu
Nah, trs..?
Cara memantaunya gmna..?

Dipantau dengan lampu2 LED dan suara Buzzer..
Jadi semisal sekalipun petugas main gaple, tanpa melihat papan pemantau ini, sewaktu2 ada sel yang aktif, suara buzzer yang melengking bak suara Giant (takeshi), petugas pasti akan segera melihat lampu LED mana yang menyala, sel nomor berapa, dan bertindak cepat.
Dan satu kelebihan lagi dari alat saya ini, adalah transmisi dari pengirim/sel, menuju ke penerima/petugas pemantau dilakukan secara wireless menggunakan gelombang radio dengan modulasi FSK-FM.
Alat yang gak canggih2 amat..
Alat yang gak modern2 amat..
Tapi kasus dari Polresta Malang sepertinya bisa diatasi, hehe..
Akan jadi kekuatan yang lebih hebat lagi..
Jika CCTV ditunjang dengan alat saya ini..
Jadi Pemantau LED, buzzer, ditunjang dengan pemantauan visual dengan CCTV..
Maka akan jadi kekuatan yang dahsyat dalam dunia Pengamanan sel Penjara (Prison Security System)