Suatu kisah diatas Bis Patas Surabaya - Bumi AREMA
Hari itu sabtu, 22 januari 2011 atau 22012011..
Kami berdua (aq dan caca) pulang bersama..
Oleh karena caca harus lembur di hari sabtu dan aq emg hari sabtu mlebu setengah hari..
Janjianlah kami berdua ketemuan di terminal Bungurasih (terminal kabel adalah pertemuan dua kabel, terminal bis adalah pertemuan dua hati yang saling mencintai dan memanjakan
)
Seperti biasa, aq yang datang duluan dan harus menunggu di r.tunggu bis sambil menikmati lagu2 koplo dari penyanyi orkes live..
Caca datang!
Dan kami menunggu bis berikutnya yang masih kosong, cz bis yg ngetem skr gak ada bangku kosong yang jejer, kan aq pengennya di bis duduk jejer caca membagi kasih
Bis berikutnya pun datang, kami dapat di lajur kiri, nomer 4 dari depan..
Seperti biasa, beli tahu sumedang di langganan, beli dua mbayar 5000 gak usah susuk, caca beli bakpao isi ayam. (Ngenteni sing dodol sandal hotel tembakan gak onok
)
Bis berangkat meninggalkan terminal bungurasih menuju Bumi AREMA, kami duduk berdua bersama, perjalanan jauh jadi terasa tidak lama.
Akan tetapi..
Memasuki tol mulai ada yang tidak beres..
1. Caca merasa bisnya teramat panas
Padahal bis yang kami naiki adl bis patas AC dan tidak ada penumpang berdiri, AC juga nyala, tidak terlalu dingin sih, tapi tidak panas lah menurutku..
Ya udah, kucoba membuka valve AC dan ku arahkan ke caca, tapi karena valve udah lecek, kena goncangan nutup lagi, ya udah, kucoba menghibur caca dan memanjakannya agar lupa dengan udara yang menurutnya panas.
Tapi sesaat kemudian caca mengeluh lagi..
2. Caca mengeluh tempat duduknya sempit
Maksud tempat duduk disini adalah tempat kakinya terlalu pendek, jadi lutut natap kursi org depan. Ya jujur saja, pas bis itu emg tempat duduknya sempit, tapi gak sempit2 amat, dengan tinggi bdnku 174cm dan panjang tungkai 99cm wajarlah aq merasa tempat kaki terlalu sempit, tapi caca mengeluh kesempitan jg, pdhl panjang tungkai caca tidak sepanjang tungkaiku.
Jika dihitung secara calculus, tinggi caca sekitar 158cm, maka panjang tungkai caca kira2 adl :
158/174 x 99cm = 89cm
dengan panjang tungkai yang segitu harusnya pas dengan leg space bisnya, tapi caca mengeluh kesempitan. Ya udah, kucoba menghibur caca dan memanjakannya agar lupa dengan leg space yang kesempitan.
Tapi sesaat kemudian caca mengeluh lagi..
3. Caca mengeluh sandaran tempat duduknya terlalu maju dan tidak nyaman
Kuminta caca untuk mencari tuas/handle untuk adjust sandaran, setelah ketemu, dia tarik kemudian menekan sandaran kebelakang..
tetapi..
Tidak Bisa..
Kucoba untuk menarik tuas dan meminta caca untuk menekan kebelakang,tetapi tetap tidak bisa. Ya udah, kutawarkan untuk bertukar tempat duduk, tetapi caca tidak mau, Ya udah, kucoba menghibur caca dan memanjakannya agar lupa dengan sandaran yang terlalu maju dan tidak nyaman.
Tapi sesaat kemudian caca mengeluh lagi..
4. Caca mengeluh perutnya sakit
Ini saat bis sudah keluar porong dan di sekitar pertigaan njapanan, waduh lek masalah yang lain bisa kuhibur, tapi lek mslh ini dihibur juga bkn solusi terbaik. tapi setalah kutanyakan apakah bisa menahan, dia katakan "iya, bisa yang.."
Ohh.. leganya aq……
Nah..
Dari banyak permasalahan itu..
Kucoba untuk mencari jawaban mengapa banyak sekali masalah yang didera caca dalam perjalanan kali ini..
Kucoba untuk mencari RCA (Root Cause Analysis) menggunakan semua metode pemecahan masalah, seperti FIVE WHY, BRAINSTORMING, SIX SIGMA, dan STRATIFIKASI.
Akhirnya..
Kutemukan RCA nya..
RCA nya adalaaaaah… :
Ya!
Anda benar!
Karena saat itu caca duduk di seat nomor 13..!
Cilaka Tigabelas….!
Cilaka Nonaaa….!
Be patient hun..

